puisi


luka
kadang tawa yang keluar dari mulutku
tak seindah jalan hidupku
kelam penuh penyesalan dirasakan setiap hari
retak tak mungkin kembali ,terisak tanpa diketahui

berdiri sendiri diatas puing puing berserakan
yang menusuk tanpa perasaan
bersama kenangan tak menyenangkan
menjadi kawan di ambang kehancuran

kenyataan yang tak pernah kuinginkan
harus bisa ku terima dengan senyuman
membuat rongga dada semakin sesak
menolak udara masuk
membuat hati semakin tertusuk

sejuta rindu
bisa saja membuatku menangis sendu
melihat banyak kisah
tetapi aju hanya bisa pasrah
hanya dobrakan rasa kecewa yang dapat
membalut rasa duka yang menganga
tapi aku tidak putus asa
dengan apa yang terjadi sehingga membuatku merana
aku memang tidak dianggap,diremehkan,dipandang sebelah mata
karena aku bukan siapa siapa

tapi aku berjuang untuk bertahan
membuktikan bahwa dapat dibanggakan
karena allah dan doaku
tidak akan menghianati usahaku

Komentar